Rutinitas saat musim lebaran adalah mudik ke kampung halaman. Baik melewati darat, laut maupun udara dengan menggunakan berbagai moda seperti bus, pesawat udara, kapal laut, maupun kendaran pribadi seperti mobil atau motor.

Perjalanan dua tahun sekali bagi kami adalah mudik ke Sumatera tempat orang tua kami saat Lebaran. Kali ini jatuh di lebaran 2019, sebelumnya di Lebaran 2017. Perjalanan mudik kami tempuh melalui jalan darat.

Nah beberapa catatan yang bisa dishare dan mungkin bisa berguna buat pembacar antara lain;
1. Memaksimalkan kenyamanan dan keamanan  dengan menggunakan roof box untuk tempat membawa barang yang ringan tapi menghabiskan tempat. Sebelumnya semua diletakkan didalam kabin dan akhirnya space menjadi sempit dan tidak nyaman.

2. Pertama kali menggunakan Feri eksekutif untuk menuju Bakauheuni. Tarif sebesar 579rb. Dengan waktu tempuh aktual berangkat jam 22.00 dan tiba di Bakauheni jam 23.30. Durasi 1.5 jam.

3. Menggunakan tol lintas Bakauheni – Terbanggi besar yang sudah full operasional dengan tarif 112 rb dan lanjut tol fungsional sampai Palembang yang masih gratis. Waktu tempuh lebih cepat. Dengan jarak sekitar 400 km, waktu tempuh sekitar max 10 jam. Karena saat itu menunggu jam buka tol fungsional di tebanggi besar yang dibuka jam 6 pagi.

Karena masih fungsional maka fasilitas rest area masih sangat kurang misalnya toilet menggunakan toilet portable.
4. Rest area lintas Jambi Pekanbaru yang rekomen buat istirahat solat makan dan ke toilet. SPBU Tandano Jaya tepatnya di Pangkalan Kasai Seberida Indragiri Hulu.
Bersih terawat musholla nyaman. Semoga bisa terawat terus.
5. Suasana lintas sumatera sekitar Kab. Pelalawan Riau 2019. Kondisi jalan sangat baik. Sangat membantu kenyamanan dalam perjalanan mudik kali ini.
Demikian yang bisa saya share semoga membantu.

Leave a Reply